Setelah terpuruk di posisi 3 klasemen Moto GP, Rossi tampak sangat kesal dengan kinerja motor Yamaha dan ban Michelin. Bos Yamaha Racing sendiri, yaitu Davide Brivio secara terbuka meminta maaf kepada Rossi atas keterpurukan Rossi ini. Dan tuntutan Rossi agar motornya menggunakan ban Bridgestone akhirnya dikabulkan walau pun dengan demikian ban yang dipakainya akan berbeda dengan 3 motor Yamaha yang lain.

Tapi Rossi tetap saja uring-uringan. Buntutnya adalah ancaman Rossi kepada Yamaha agar memproduksi motor yang kompetitif. Jika itu tidak dilakukan Yamaha, maka Rossi bakal pindah ke Ducati.

Well, Ducati? Rossi dan Ducati adalah produk Italia. Dan hubungan antara keduanya sangat baik. Bahkan hubungan Rossi dengan Casey Stoner pun baik. Sejak bercerainya Rossi dengan Honda, sebenarnya Ducati sangat terbuka dengan kehadiran Rossi. Sayangnya Rossi memutuskan bergabung dengan tim Yamaha demi menunjukkan gengsinya. Dulu Rossi beranggapan bahwa tidak perlu motor hebat untuk menjadi juara dunia. Itu sudah dibuktikannya. Tapi kini keberuntungan telah lari dari hidup Rossi sehingga 2 musim ini gelar juara dunia terlepas dari tangannya.

Mari kita saksikan drama selanjutnya. Apakah Yamaha mampu menindaklanjuti ancaman Rossi dengan menciptakan mesin yang kompetitif? Atau Rossi akan hengkang dari Yamaha dan berkata: “Bye-bye Yamaha…”